Warouw ke Senayan Incar RPP Tembakau

Wenny WarouwManado, ML – Setelah lama tak terdengar namanya lagi dalam percaturan politik usai Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2005 lalu, kini Brigjen Pol (Purn) Drs Wenny Warouw kembali mulai menghangatkan pemberitaan media massa menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014.  Mantan Calon Gubernur Sulut periode 2005-2010 ini resmi tercatat masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulut yang diusulkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Partai bernomor urut 6 tersebut menempatkannya pada nomor urut 2 di bawah sang Ketua DPD Sulut, Mayjen (TNI) Purn. Glenny Kairupan. Mengapa Warouw memilih bergabung dengan Partai Gerindra?  “Pertama, karena partai ini belum terkontaminasi dan masih terjaga citranya. Garis partai jelas memperlihatkan visi dan misi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” Tukasnya kepada Manadolink belum lama ini di Manado.  Kedua, faktor Ketua Umum Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Dari semua hasil survey menunjukkan popularitas Prabowo berada di nomor urut pertama. Itu berarti rakyat menghendaki Prabowo untuk menjadi Presiden RI saat pilpres,” Jelas Wenny –sapaan akrabnya-. Makanya, lewat pendaftarannya di partai yang lahir 6 Pebruari 2008 itu, figur familiar namun tegas ini berkeinginan untuk memenangkan partai di pemilu legislatif dan sekaligus juga mengantarkan Prabowo sebagai orang nomor satu di Indonesia pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. “Apalagi Prabowo merupakan putra Minahasa dan Sulawesi Utara,” Tandas lelaki kelahiran Tondano 13 Juni 1950 ini. Selain itu, mantan Dir II Eksus Reserse Mabes Polri 2066-2008 ini tertarik untuk menjadi calon DPR RI dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk memberi kontribusi bagi warga Bumi Nyiur Melambai. “Saya mendambakan kesejahteraan warga Sulut termasuk petani, nelayan dan pedagang.” Ujarnya.  Suami tercinta dari Eleonora Siby ini mencontohkan tekadnya untuk berjuang menentang RPP Tembakau. “Bentuk perjuangannya harus lewat legislatif. Karena jika rancangan itu diundangkan, petani cengkih akan merasakan dampaknya. Secara otomatis harga cengkih akan anjlok.” Papar ayahanda Yoga dan Lourentz Warouw yang memang sejak lama concern dengan masalah petani di Sulut. “Kebetulan saya ini anak petani cengkih.” Tambahnya. Lulusan Akabri Kepolisian 1973 ini juga menilai pertumbuhan ekonomi di Sulut bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. “Tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang.” Tukas mantan Kaposwil BIN Sulut dan Gorontalo ini. Landasannya untuk berkiprah di dunia politik tak lain adalah mengacu pada filosofi Sitou Timou Tumou Tou serta mengimplementasikannya dengan semangat MATUARI (Torang samua basudara), MAESA (Persatuan dan kesatuan) dan MAPALUS (Kerjasama/Gotong Royong). (rm)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: